May 03, 2017

PB Tangkas Gandeng Intiland Perkuat Bulutangkis Indonesia

Jakarta (03/05) – Klub bulutangkis legendaris nasional Perkumpulan Bulutangkis (PB) Tangkas menjalin kerjasama dengan Yayasan Intiland (Intiland Foundation) sebagai mitra untuk memajukan olahraga bulutangkis.

Kemitraan strategis ini didasari oleh kesamaan visi untuk membangkitkan kejayaan bulutangkis Indonesia. 

Kerjasama kemitraan ini dilakukan antara Yayasan Tangkas selaku pengelola PB. Tangkas dengan Intiland Foundation, lembaga yang menaungi program Corporate Social Responsibility PT. Intiland Development Tbk (Intiland). Lewat kerjasama dan kolaborasi yang bersifat mutual ini Intiland menjadi mitra utama PB. Tangkas.

Ketua Umum PB Tangkas, Justian Suhandinata mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu lebih dari enam dasawarsa berdiri, PB Tangkas telah memberikan kontribusi bagi pengembangan bulutangkis di Indonesia. PB Tangkas berkomitmen untuk terus mengambil peran penting dalam kemajuan olahraga bulutangkis yang selama ini sering mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

“Selama 66 tahun terakhir, kami membina banyak atlet, melahirkan para juara bulutangkis tingkat dunia dan berperan aktif dalam memajukan bulutangkis nasional. Kini, PB. Tangkas menapak era baru dengan menggandeng Intiland sebagai mitra strategis yang punya visi sama untuk membangkitkan kejayaan Indonesia melalui prestasi bulutangkis,” kata Justian.  PB Tangkas menyambut dengan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kesediaan PT Intiland Development Tbk, khususnya kepada Hendro Gondokusumo selaku Direktur Utama dan seluruh jajaran Direksi beserta Staf Intiland untuk menjadi mitra utama PB. Tangkas untuk mengabdi didunia bulutangkis Indonesia melalui PB. Tangkas, ucap Justian.

Seiring dengan kerjasama kemitraan ini nama PB Tangkas secara resmi berubah menjadi PB Tangkas Intiland. Perubahan nama tersebut juga disertai dengan peluncuran logo baru sebagai identitas dari PB Tangkas Intiland pada 3 Mei 2017 di Intiland Tower Jakarta.

Wakil Presiden Direktur PT Intiland Development Tbk, Suhendro Prabowo menjelaskan kemitraan dengan PB Tangkas didasari oleh komitmen tanggung jawab sosial perusahaan, khususnya program pengembangan masyarakat (community development). Intiland menilai program bimbingan dan pelatihan untuk bibit-bibit unggul menjadi hal penting bagi kemajuan olahraga bulutangkis di Indonesia.

“Kami melihat PB Tangkas memiliki komitmen untuk melatih dan mencetak anak-anak muda berbakat untuk menjadi atlet bulutangkis profesional dan banyak yang menjadi juara dunia. Menjadikan „from Zero to Hero‟, adalah bentuk pengabdian yang mulia dan penting bagi masa depan anak-anak muda,” kata Suhendro.

Menurutnya, kemitraan dengan PB Tangkas juga dilandasi serta merupakan perwujudan dari nilai-nilai perusahaan (corporate values) yang dimiliki Intiland, seperti kepedulian (caring) dan menghormati (respect). Intiland melalui kerjasama ini turut peduli terhadap perkembangan dan masa depan anak-anak muda di Indonesia. Intiland juga menghormati dan memberikan apresiasi terhadap PB Tangkas yang selama puluhan tahun menunjukan komitmen memajukan olahraga bulutangkis Indonesia dengan semangat dan tanpa pamrih.

“Kami menilai ada kesamaan visi antara Intiland dan PB Tangkas untuk memberikan sumbangsih bagi kemajuan dan kejayaan Indonesia. Kemitraan ini adalah langkah awal yang baik untuk bersama-sama memajukan olahraga bulutangkis yang telah konsisten meningkatkan reputasi Indonesia selama bertahun-tahun,” jelas Suhendro.

Seiring dengan penggunaan nama baru, PB. Tangkas Intiland juga meluncurkan logo dan brand identity baru. PB Tangkas Intiland juga meluncurkan bentuk komitmen baru yang diberi nama “Reviving Legacy for Indonesia” atau “Bangkitkan Kejayaan Indonesia”.

Logo dan identitas baru PB. Tangkas hadir dengan konsep tampilan visual yang lebih modern dan dinamis. Logo dan identitas baru terdiri dari dua elemen utama yaitu Kok (shuttlecock) bulutangkis dengan dengan ornamen warna merah putih sebagai identitas klub dan Indonesia serta simbol Antelope melompat yang melambangkan kegesitan dan ketangkasan. Penggunaan Biru sebagai warna utama melambangkan keberanian dan komitmen sementara warna emas yang juga menjadi warna simbol Antelope melambangkan kejayaan Juara atau Medali Emas.

Pemilihan tema “Reviving Legacy for Indonesia” atau “Bangkitkan Kejayaan Indonesia” merupakan wujud komitmen dan kesadaran keluarga besar PB. Tangkas Intiland untuk berperan aktif bersama komponen-komponen bulutangkis lain ditanah air untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia. Komitmen tersebut diterjemahkan dalam bentuk program pelatihan dan pembinaan, regenerasi atlet, dan pencapaian prestasi di tingkat Internasional.

 

Melahirkan Para Juara

Kiprah PB Tangkas Intiland di kancah olahraga bulutangkis dimulai pada 21 Februari 1951. Sepanjang kurun waktu 66 tahun, klub ini berhasil mengukir banyak prestasi dan melahirkan para juara dunia bulutangkis bagi Indonesia.

Tercatat ratusan gelar kejuaraan bulutangkis bergengsi tingkat Nasional, regional (Asean), kontinental (Asia) dan Internasional berhasil diraih oleh para atlet PB. Tangkas Intiland. Prestasi membanggakan tersebut antara lain meraih 8(delapan) gelar juara All England, 4(empat) gelar juara Olimpiade, 10(sepuluh) gelar Juara Dunia, dan atlet-atlet PB. Tangkas Intiland juga memperkuat tim Indonesia untuk kejuaraan dunia seperti Piala Thomas, Piala Uber, Piala Sudirman dan Piala Suhandinata.

Sejumlah atlet PB. Tangkas Intiland yang meraih gelar Juara Dunia adalah Ade Chandra yang berpasangan dengan Christian Hadinata meraih Juara Dunia ganda putera tahun 1980 di Jakarta. Verawaty Fadjrin yang menjadi Juara Dunia Tunggal Puteri tahun 1980 di Jakarta dan Icuk Sugiarto yang meraih gelar juara dunia tunggal putera tahun 1983 di Copenhagen, Denmark. Joko Suprianto, Juara Dunia tunggal putera tahun 1993 di Birmingham, Inggris. Juga pada tahun 1993, pasangan ganda putera Ricky Subagdja dan Gunawan meraih gelar Juara Dunia di Birmingham, Inggris. Pada tahun 1995 Ricky Subagdja yang berpasangan dengan Rexy Mainaky berhasil meraih Juara Dunia ganda putera di Lausanne, Swiss.

Pada tahun 2001, atlet PB. Tangkas, Hendrawan merain gelar Juara Dunia di Sevilla, Spanyol. Nova Widhianto dan Liliyana Natsir meraih gelar Juara Dunia ganda campuran tahun 2005 di Anaheim, Amerika Serikat dan 2007 di Kuala Lumpur. Tahun 2013, Lilyana Natsir berpasangan dengan Tontowi merebut gelar Juara Dunia ganda campuran di Guangzhou, China. Prestasi terbaru ditorehkan pemain muda Marcus Fernaldi Gideon bersama pasangannya dari pelatnas, Kevin Sanjaya, berhasil meraih tiga gelar juara secara berturut-turut yakni juara All England, India Open, dan Malaysia Open 2017.

 

Seiring dengan peluncuran identitas baru, PB. Tangkas Intiland akan berfokus pada pengembangan talenta-talenta muda bulutangkis terbaik dari seluruh Indonesia. Klub juga menyusun program pelatihan yang mempersiapkan para pemain untuk berkompetisi di level lebih tinggi dengan semangat untuk mengembalikan kejayaan Indonesia.***

 

Tentang PB Tangkas Intiland

Tangkas Intiland adalah klub bulutangkis yang didirikan pada 21 Februari 1955 dengan nama PB. Tangkas oleh para penggemar olahraga bulutangkis yaitu RD Saputra, Soewarjo, Said, Kosasih dan sejumlah nama lainnya. Keluarga Suhandinata bergabung dengan klub pada 1957 dan mulai memimpin klub ini untuk mencetak prestasi tertinggi di berbagai kompetisi bulutangkis Nasional. Sepanjang 66 tahun berkiprah di dunia bulutangkis Nasional, Tangkas Intiland telah melahirkan 8 Juara All England, 10 Juara Dunia dan 4 medali Olimpiade, serta ratusan gelar juara di tingkat kota (Jakarta Selatan), di tingkat daerah (DKI Jakarta), di tingkat Nasional (Indonesia), di tingkat regional (Asean), di tingkat kontinental (Asia) dan di tingkat dunia Internasional.